Selasa, 19 April 2016

MATERI LEMBAR KERJA SISWA



Materi Lembar Kerja siswa
·  Menurut Hendro Darmodjo dan Jenny R. E. Kaligis (1992 : 40), LKS atau Lembar Kerja Siswa merupakan sarana pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam meningkatkan keterlibatan atau aktivitas siswa dalam proses belajar-mengajar. Pada umumnya, LKS berisi petunjuk praktikum, percobaan yang bisa dilakukan di rumah, materi untuk diskusi, Teka Teki Silang, tugas portofolio, dan soal-soal latihan, maupun segala bentuk petunjuk yang mampu mengajak siswa beraktivitas dalam proses pembelajaran.
· Menurut Sudjana (Djamarah dan Zain, 2000), fungsi LKS adalah :  Sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar¨ yang efektif.  Sebagai alat bantu untuk melengkapi proses belajar mengajar¨ supaya lebih menarik perhatian siswa.  Untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu¨ siswa dalam menangkap pengertian-pengertian yang diberikan guru.  Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya¨ mendengarkan uraian guru tetapi lebih aktif dalam pembelajaran.  Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkesinambungan¨ pada siswa.  Untuk mempertinggi mutu belajar mengajar, karena hasil belajar¨ yang dicapai siswa akan bertahan lama, sehingga pelajaran mempunyai nilai tinggi.
· Manfaat penggunaan media LKS dalam proses pembelajaran, seperti yang dikemukakan oleh Arsyad (2005) antara lain yaitu :  Memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga proses belajar¨ semakin lancar dan dapat meningkatkan hasil belajar.  Meningkatkan motivasi siswa dengan mengarahkan perhatian siswa,¨ sehingga memungkinkan siswa belajar sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.  Penggunaan media dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan¨ waktu.  Siswa akan mendapatkan pengalaman yang sama mengenai suatu¨ peristiwa dan memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan lingkungan sekitar.  Pada proses pembelajaran, LKS digunakan sebagai sarana pembelajaran¨ untuk menuntun siswa mendalami materi dari suatu materi pokok atau submateri pokok mata pelajaran yang telah atau sedang dijalankan.  Melalui LKS siswa harus mampu mengemukakan pendapat dan mampu¨ mengambil kesimpulan.
·Menurut Sadiq dalam (Widiyanto, 2008:14) LKS dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu sebagai berikut:  Lembar Kerja Siswa Tak Berstruktur¨ Lembar kerja siswa tak berstruktur adalah lembaran yang berisi sarana untuk materi pelajaran, sebagai alat bantu kegiatan peserta didik yang dipakai untuk menyampaikan pelajaran. LKS merupakan alat bantu mengajar yang dapat dipakai untuk mempercepat pembelajaran, memberi dorongan belajar, berisi sedikit petunjuk, tertulis atau lisan untuk mengarahkan kerja pada peserta didik.  Lembar Kerja Siswa Berstruktur¨ Lembar kerja siswa berstruktur memuat informasi, contoh dan tugas-tugas. LKS ini dirancang untuk membimbing peserta didik dalam satu program kerja atau mata pelajaran, dengan sedikit atau sama sekali tanpa bantuan pembimbing untuk mencapai sasaran pembelajaran.
·Contoh LKS berstruktur :  LKS konvensional¨ LKS ini yang sekarang digunakan di sekolah- sekolah pada umumnya yang berupa print out dalam bentuk buku.  LKS Interaktif¨ LKS ini dibuat dan dijalankan dengan bantuan perangkat keras komputer atau CD player. LKS ini dapat memberikan respon umpan balik bagi siswa.
· Karakteristik LKS yang baik, menurut Sungkono (2009) adalah:  LKS memiliki soal-soal yang harus dikerjakan siswa,¡ dan kegiatan-kegitan seperti percobaan yang harus siswa lakukan.  Merupakan bahan ajar cetak.¡  Materi yang disajikan merupakan rangkuman yang¡ tidak terlalu luas pembahasannya tetapi sudah mencakup apa yang akan dikerjakan atau dilakukan oleh siswa.  Memiliki komponen-komponen seperti kata pengantar,¡ pendahuluan, daftar isi, dan lain - lain. Jones (Andayani, 2005:9) menyatakan LKS yang baik untuk diberikan kepada peserta didik, haruslah :  Bahasanya Komunikatif¨  LKS yang dibuat menggunakan bahasa yang menarik, tidak¨ membingungkan siswa dan mudah dimengerti.  Format dan Gambar harus Jelas¨  Format yang dipakai meliputi tampilan, penggunaan animasi dan¨ gambar background yang sesuai dengan materi.  Mempunyai Tujuan yang Jelas¨  Dapat menyampaikan ide pokok yang terkandung dalam LKS.¨  Memiliki isian yang memerlukan pemikiran dan pemprosesan¨ infromasi. Dalam LKS ini siswa dilatih mencari dan menemukan jawaban.
A. KEUNGGULAN LKS diantar lain:  memiliki keunggulan, seperti yang dikatakan oleh (Hartati, 2003) sebagai berikut:  Membantu siswa untuk mengembangkan dan¡ memperbanyak kesiapan  Dapat membangkitkan kegairahan belajar siswa¡  Mampu mengarahkan cara belajar siswa, sehingga lebih¡ memiliki motivasi yang kuat untuk belajar giat  Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk¡ berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan masing-masing
B. KELEMAHAN LKS diantara lain: memiliki kelemahan sebagai berikut:  Soal-soal yang tertuang pada lembar kerja¨ siswa cenderung monoton, bisa muncul bagian berikutnya maupun bab setelah itu.  LKS hanya melatih siswa untuk menjawab¨ soal, tidak efektif tanpa ada sebuah pemahaman konsep materi secara benar.  Di dalam LKS hanya bisa menampilakan¨ gambar diam tidak bisa bergerak, sehingga siswa terkadang kurang dapat memahami materi dengan cepat.  Menimbulkan pembelajaran yang¨ membosankan bagi siswa jika tidak dipadukan dengan media yang lain.

Senin, 18 April 2016

lembar kerja siswa



GERAK MELINGKAR

1.      Tujuan
-          Menentukan kelajuan benda
-          Menentukan gaya sentripetal benda yang bergerak melingkar.

2.      Alat
-          Beban kuningan
-          Beban karet
-          Penggaris
-          Neraca/timbangan
-          Stop watch
-          Pipa
-          Benang

3.      Dasar teori
Sebuah benda yang bergerak melingkar beraturan mempunyai kelajuan  V =   . Untuk mempertahankan agar lintasan yang di tempuh berupa lingkaran maka harus ada gaya yang menuju pusat lingkaran.
F = m.a
   = m 
Besarnya gaya untuk mempertahankan kedudukan tidak lain adalah berat beban,
W = m.g.

4.      Cara Kerja
  1. Rangkailah alat seperti gambar.
  2. Putarlah beban sebanyak 10 putaran. Tentukan waktu untuk melakukan 10 putaran dan ukur jari-jari dari benda yang bergerak melingkar.
  3. Ulangi langkah ke 2 beberapa kali untuk beberapa kelajuan benda yang berbeda.

5.      Data
NO
Masa beban

Waktu (10 putaran)
Jari-jari putaran (R)

Kuningan
Karet


1




2




3




4




5











6.      Perhitungan

7.      Pertanyaan
  1. Dari hasil perhitungan kalau kelajuan benda semakin besar bagaimana jari-jari orbitnya.
  2. Bila orbit planet pada matahari dianggap berbentuk lingkaran tentukan besaran-besaran yang menyebabkan planet selalu dalam orbitnya.

8. Kesimpulan

Minggu, 10 April 2016

kelompok 7

kelompok 7


LAMPION SEDERHANA
  1. Namaalat permainan: lampion sederhana
  2. Sasaran: siswa SMA
  3. Aspek yang akan dikembangkan/fungsi: gaya angkat udara
  4. Alat dan bahan:
a.Pisau/cutter
b.Gunting
c.Tang
d.Kertas bertekstur ringan, bisa kertas minyak atau kertas layang-layang
e.Kapas 10 gram
f.Lilin mentah dan parafin
g.Kawat tembaga
h.Lem
i.Potongan bambu
  1. Cara/langkah pembuatan
a.Kikis bambu menggunakan pisau dengan lebar 1 cm dan tebal 0,1 cm.
b.Lipat bambu membentuk lingkaran. Jika bambu tidak melentur, panggang dengan api kecil.
c.Ikatlah kawat tembaga ke lingkaran bambu yang telah dibuat, membentuk + atau x
d.Potong kertas sesuai yang diinginkan lem kertas tersebut.
e.Pasang lingkaran bambu di bagian bawah kertas.
f.Potong lagi bambu dengan panjang 10 cm kemudian dilipat.
g.Rendam kapas dengan lilin dan parafin yang dicairkan.
h.Gunakan kapas tersebut untuk membungkus bambu.
i.Gantung bambu tersebut di titik persimpangan kawat tembaga.
  1. Gambar/sketsa
 
  1. Cara penggunaan
Pilih tempat yang luas, terbuka dan angin tidak terlalu kencang. Pastikan tidak ada pohon atau tiang listrik. Sulut kapas yang digantung di titik persimpangan kawat tembaga dengan api. Jika sudah terasa hangat dan ada dorongan ke atas, maka lampion siap untuk dilepaskan ke langit. Lampion akan terbang sampai lilin habis, kemudian lama-kelamaan akan turun. Agar lebih aman, lampion bisa diikat dengan benang agar bisa diatur arah terbangnya dan menariknya kembali jika terbang ke arah yang salah.

Minggu, 03 April 2016

alat peraga tata surya sederhana

Alat Peraga Media Pembelajaran
Nama Alat Peraga: Miniatur Tata Surya Sederhana
Sasaran: Anak Jenjang Sekolah Dasar.
Aspek yang dikembangkan/fungsi:
Untuk mengetahui nama-nama planet dan susunannya dalam tata surya dengan lebih mudah
Untuk memudah kan siswa dalam belajar mengeai sistem tata surya
Untuk membantu guru dalam menjelaskan materi tata surya
Menambah minat belajar siswa
Tema yang dikembangkan: ilmu pengetahuan alam
Alat dan Bahan :
palu
tang
tali rafia
cat tembok berbagai warna
bola plastik
sebuah papan tripleks berukuran panjang 50 cm dan lebar 50 cm
kawat berdiameter 1-2 mm dengan panjang 8 m lidi 16 batang
tanah liat atau plastisin secukupnya
Cara Kerja :
potonglah kawat menjadi 8 bagian yang masing masing berbeda panjangnya
buatlah 8 buah bola dari tanah liat dengan ukuran yang berbeda beda. tusuklah tiap tiap bola tanah liat dengan sebuah kawat dengan ketentuan bola yang kecil ditusuk dengan kawat yang pendek.semakin besar bola maka kawat yang ditusukkan semakin panjang.
 lenkungkan kawat membentuk elips dan ikat/satukan masing masing ujungnya dengan menggunakan tang.
letakkan bola di tengah tengah papan, dan berilah tanah liat dibagian bawah bola agar bola tidak bergerak.
letakkan kawat dengan bola tanah dengan urutan dari kawat yang terpendek sampai terpanjang dengan cara memberi penyangga 2 batang lidi untuk masing masing lingkaran elips kawat. ujung atas masing masing lidi diikat pada lingkaran kawat dengan tali rafia, sedangkan ujung bawahnya ditusuk pada bola. dan beri nama matahari
berilah cat yang berbeda pada masing masing bola tanah. setelah cat kering, berilah nama masing masing bola tanah tersebut dengan nama planet pada tata surya.
Sketsa/gambar: